Yohanes menyebut dirinya 'yang dikasihi Allah' adalah bentuk perendahan dirinya.
Sebagaiman Yesus menyebut diriNya 'yang diurapi Allah', seakan2 Dia lebih rendah dari Bapa. Saya sudah mempelajari kitab Injil Yohanes setahun lalu.
Yohanes tidak berani memakai kata 'murid yang mengasihi Allah' tapi 'murid yang dikasihi Allah' karena Allahlah yang lebih dulu dan lebih besar mengasihi dia.
Hal ini sesuai dengan nafas seluruh tulisannya, tentang kasih karunia Allah.
Jadi Yohanes dalam hal ini menganggap dirinya hanyalah orang yang beruntung karena beroleh kasih karunia Allah.
Yohanes orang yang sangat rendah hati bahkan rendah diri, karena dia paling muda dari antara para rasul lainnya, terutama dari Petrus yang cenderung pembawaannya menonjolkan diri dan menggebu2.
Yohanes selalu 'bersembunyi' di belakang Petrus, dia selalu merasa Petrus lebih layak menjadi pemimpin.
Namun ternyata Tuhan berbicara lain, Yohanes menjadi rasul pamungkas yang dibiarkan hidup untuk menyatakan rahasia Sang Firman yang menjadi daging dan Anak Tunggal Allah di dalam Trinitas, juga menerima wahyu terakhir.
Begitu besar tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada Yohanes si kecil ini.
Yohanes begitu merasa tidak layak, tapi semua adalah anugerah kasih karunia.
benarlah jawaban Yesus saat murid2 bertengkar siapa yang paling besar:
Yang besar akan menjadi kecil, tapi yang kecil jadi besar.
Hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan Maria, ataupun menitipkan Maria kepada Yohanes.
Malah saya menganggap saat di salib itu adalah perpisahan Yesus dengan kedaginganNya, Dia berpisah dari Maria karena Maria bukan lagi ibuNya, Maria bukanlah bunda Allah.
Jadi 'inilah ibumu' artinya 'dia bukan IbuKu'.
dan 'inilah anakmu' artinya 'Aku bukan anakmu'.
Jadi jangan lagi menganggap Yesus adalah anak Maria/anak manusia, karena Yesus adalah Anak Allah.
Dan jangan menganggap Maria bunda Allah, karena Allah tidak berasal dari manusia.
Maria hanyalah manusia biasa, yang seharusnya menjadi anaknya adalah manusia, bukan Allah/Yesus. Allah/Yesus tidak berhutang apapun kepada Maria.
Saat di salib, Yesus sudah bersiap2 untuk kembali kepada Bapa, menerima kembali segala kemuliaan sorgawiNya, karena sebelumnya Dia telah merendahkan diri di bawah kuasa manusia/pemerintah2 termasuk ibunya hanya untuk sesaat saja.
Maka untuk terakhir kalinya Dia berkata : 'Aku haus'.
Itulah pemandangan terakhir kali Allah pernah menjadi manusia.
detik2 yang menggetarkan seluruh mahluk manakala Allah akan meninggalkan tubuhNya dan dunia ini untuk kembali menjadi Sang Mahabesar di atas sana.
Kiranya boleh memberkati saudara pembaca sekalian, yang mau menerimanya dan merasa terberkati.
GBU
NB : tidak untuk ditanggapi atau menanggapi.
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
# 1 12qm7da IndoForum Newbie B No. Urut: 24646 Tgl. Bergabung: Oct 2007 ...
-
Tuhanlah gembalaku Tuhanlah gembalaku ku takkan kekurangan Ia membaringkan aku di padang rumput hijauj Ia membimbing aku pada air yang ...
-
Mp3 & Video Codes : Lagu Rohani - INDAH PADA WAKTUNYA - Radio Request | Play Streaming Music & Get Embed Code widget Flash Player Fr...
-
Membuka Rahasia Angka 666 dalam Kitab Wahyu Ulasan ini disusun beserta dengan Doa dan berdasarkan ilham Roh Kudus. Kiranya...
-
Yohanes menyebut dirinya 'yang dikasihi Allah' adalah bentuk perendahan dirinya. Sebagaiman Yesus menyebut diriNya 'yang diura...
-
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban ...
-
Janji sama dengan hutang, lebih mudah membuatnya daripada melunasinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar